Sabtu, 02 April 2016

Kasus Pelanggaran Hak Cipta

Nama  : Vera Verina Tanadinata
NPM   : 2A214993
Kelas   : 2EB37
Tugas  : Aspek Hukum dalam Ekonomi (Softskill)

Dheg Dheg Plas adalah album perdana Koes Plus yang diluncurkan pada tahun 1969. Album ini merupakan album pertama atas nama Koes Plus setelah namanya berubah dari Koes Bersaudara. Pada tahun 2007, album Dheg Dheg Plas dianggap sebagai salah satu album terbaik Indonesia sehingga majalah Rolling Stone Indonesia memasukkan album tersebut pada peringkat #4 dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik Versi Majalah Rolling Stone.
Pemegang hak cipta album dan lagu Koes Plus mengadu ke Polda Metro Jaya gara-gara album lama band tersebut dirilis ulang tanpa izin. Pemegang hak cipta lagu mereka pun melaporkan label RPM yang mengeluarkan album tersebut.
Album yang dimaksud adalah album 'Dheg Dheg Plus'. Hak cipta album tersebut dimiliki oleh Tommy Darmo. Album yang sebelumnya keluar pada 1969 itu kini telah dirilis ulang dan dijual di sebuah waralaba. Hal itu disampaikan langsung pemegang hak cipta atas album tersebut, Tommy Darmo melalui kuasa hukumnya, Seletinus A Ola. 
"Tidak ada perjanjian atau membeli hak cipta dari RPM ke Tommy Darmo," ungkap Seletinus saat ditemui Polda Metro Jaya, Selasa (6/11/2012).
Seletinus menambahkan kalau pihak RPM melanggar undang-undang No 12/2009 tentang hak cipta. Ia pun mengajukan gugatan dan meminta ganti rugi senilai Rp 9,9 miliar.
"Secara perdata akan menggugat dan minta ganti rugi senilai Rp 9,9 Milyar ke RPM dan Bonita Musik," paparnya.

Opini saya mengenai pelanggaran kasus hak cipta, seperti yang kita ketahui banyak sekali kasus pelanggaran hak cipta apalagi dalam bidang musik bukan hanya di Indonesia saja melainkan di seluruh dunia. Sebaiknya jika memang ingin merilis ulang sebuah lagu harus ada kesepakatan dari kedua belah pihak. Dan sebaiknya kita harus lebih menghormati dan menghargai karya orang lain, agar tidak ada lagi kasus pelanggaran hak cipta seperti ini terlebih lagi masalah musik.

Sumber :

1 komentar: