Kamis, 01 Oktober 2015

Pengertian dan Prinsip-prinsip Koperasi

Nama : Vera Verina Tanadinata
NPM : 2A214993
Kelas : 2EB37
Tugas : Ekonomi Koperasi (Softskill)

Pengertian dan Prinsip-prinsip Koperasi
·        Pengertian Koperasi
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
-         Definisi ILO
Menurut ILO (Internasional Labour Organization), Koperasi merupakan Akses ke lapangan kerja. Akses ke lapangan kerja adalah jalan yang paling menjamin untuk bisa keluar dari kemiskinan. Dalam definisi ILO, terdapat 6 elemen yang dikandung koperasi sebagai berikut:
1.     Koperasi adalah perkumpulan orang-orang (Association of persons)
2.     Penggabungan berdasar kesukarelaan (Voluntarity joined together)
3.     Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai (To achieve a common economic end)
4.     Koperasi yang dibentuk,diwasi dan dikendalikan secara demokratis (Formation of a democratically controlled business organization)
5.     Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan(Making equitable contribution to the capital required)
6.     Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang (Accepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking)
-         Definisi Chaniago
Drs. Arifinal Chaniago (1984) dalam bukunya Perkoperasian Indonesia memberikan definisi. Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang menberikan kebebasan masuk atau keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
-         Definisi Dooren
Menurut P.J.V. Dooren tidak ada satu definisi koperasi yang diterima secara umum. Disini Dooren memperluas pengertian koperasi, dimana koperasi tidak hanya kumpulan orang-orang melainkan juga kumpulan badan-badan hukum.
-         Definisi Hatta
Moh Hatta atau Bapak Koperasi Indonesia, mendefinisikan koperasi sebagai badan usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkn prinsip saling tolong-menolong. Menurut Hatta, setiap koperasi harus melaksanakan 4 asas, yaitu:
1.     Tidak boleh dijual dan dikedaikan barang-barang palsu
2.     Harga barang harus sesuai dengan harga pasar setempat
3.     Ukuran harus benar dan terjamin
4.     Jual beli dengan tunai. Kredit dilarang karena menggerakan hati orang untuk membeli diluar kemampuannya.
-         Definisi Munkner
Munkner mendefinisikan koperasi sebagai organisasi tolong-menolong yang menjalankan “urusniaga”  secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong -menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan social seperti yang dikandung gotong- royong.
-         Definisi UU No.25 / 1992
Menurut UU No.25 thn 1992, mendefinisikan koperasi sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Definisi yang diambil dari berbagai sumber ini, menunjukkan bahwa koperasi berkembang dimana-mana. Berikut ini perpaduan yang telah dikumpulkan:
1.     Koperasi adalah organisasi orang-orang atau badan hukum
2.     Koperasi adalah suatu perusahaan atau organisasi dimana orang berkumpul bukan untuk menyatukan uang melainkan sebagai akibat kesamaan kebutuhan ekonomi.
3.     Koperasi adalah perusahaan yang harus dapat memberikan pelayanan ekonomi kepada anggotanya dan masyarakat lingkunganya
4.     Koperasi adalah perusahaan yang didukung oleh orang sebagai anggotanya dalam menghimpun kekuatan-kekuatan
5.     Koperasi berwajah ganda bila dilihat dari tujuannya yaitu untuk memenuhi kebutuhan anggotanya juga merupakan alat untuk memproses pelaksanaan pembangunan.

·        Tujuan Koperasi
Tujuan Koperasi Sesuai UU No. 25/1992 Pasal 3 Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan  masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

·        Prinsip-prinsip Koperasi
-         Prinsip Munkner
Menurut Hans H. Munkner ada 12 prinsip koperasi yakni sebagai berikut:
1.     Keanggotaan bersifat sukarela
2.     Keanggotaan terbuka
3.     Pengembangan anggota
4.     Identitas sebagai pemilik dan pelanggan
5.     Manajemen dan pengawasan dilakukan secara demokratis
6.     Koperasi sebagai kumpulan orang-orang
7.     Modal yang berkaitan dengan aspek sosial tidak dibagi
8.     Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
9.     Perkumpulan dengan sukarela
10.                        Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
11.                        Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi
12.                        Pendidikan anggota
-         Prinsip Rochdale
Prinsip ini dipelopori oleh 28 koperasi konsumsi di Rochdale, Inggris (1944) dan menjadi acuan bagi koperasi diseluruh dunia. Adapun unsur-unsurnya sebagai berikut:
1.     Pengawasan secara demokratis
2.     Keanggotaan yang terbuka
3.     Bunga atas modal dibatasi
4.     Pembagian sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota sesuai jasanya.
5.     Penjualan sepenuhnya dengan tunai
6.     Barang yang dijual harus asli dan tidak dipalsukan
7.     Menyelenggarakan pendidikan kepada anggotanya sesuai prinsip koperasi
8.     Netral terhadap politik dan agama
-         Prinsip Raiffesien
Menurut Freidrich William Raiffeisen (1818-1888) , dari Jerman , prinsip koperasi adalah sebagai berikut:
1.     Swadaya
2.     Daerah kerja terbatas
3.     SHU untuk cadangan
4.     Tanggung jawab anggota tidak terbatas
5.     Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
6.     Usaha hanya kepada anggota
7.     Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang
-         Prinsip Schulze
Prinsip koperasi menurut Herman Schulze (1800-1883) adalah sebagai berikut:
1.     Swadaya
2.     Daerah kerja tak terbatas
3.     SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota
4.     Tanggung jawab anggota terbatas
5.     Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan
6.     Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota
-         Prinsip ICA
ICA ( International Cooperative Alliance) didirikan pada tahun 1895 merupakan organisasi gerakan koperasi tertinggi di dunia. Sidang ICA di Wina pada tahun 1966 merumuskan prinsip-prinsip koperasi sebagai berikut:
1.     Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat
2.     Kepemimpinan yang demokrasi atas dasar satu orang satu suara
3.     Modal menerima bunga yang terbatas, itupun bila ada
4.     SHU dibagi menjadi 3:
§  Sebagian untuk cadangan
§  Sebagian untuk masyarakat
§  Sebagian untuk dibagikan kembali kepada anggota sesuai jasanya
5.     Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus-menerus
6.     Gerakan koperasi harus melaksanakan kerja sama yang erat, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional
-         Prinsip-Prinsip Koperasi Indonesia
§  Menurut UU No.12 tahun 1967
Terdapat 4 undang-undang menyangkut perkoperasian yaitu:
1.     UU No.79 Tahun 1958 tentang perkumpulan koperasi
2.     UU No.14 Tahun 1965
3.     UU No.12 Tahun 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian
4.     UU No.25 Tahun 1992 tentang perkoperasian
§  Menurut UU No.25 Tahun 1992
Prinsip-prinsip koperasi adalah sebagai berikut:
1.     Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2.     Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3.     Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota
4.     Pemberian balas jasa terhadap modal terbatas
5.     Kemandirian
6.     Pendidikan perkoperasian
7.     Kerjasama antar koperasi



https://dwisarjono.wordpress.com/2013/10/13/konsep-koperasi/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar