Sabtu, 18 April 2015

Perindo 2

Nama   : Vera Verina Tanadinata
NPM    : 2A214993
Kelas   : 1EB36
Tugas  : Perekonomian Indonesia (Softskil)

Sejarah Ekonomi Indonesia Pada Masa Pemerintahan Reformasi Hingga Kabinet SBY

Pemerintahan Reformasi diawali pada tahun 1998. Peristiwa ini dipelopori oleh ribuan mahasiswa yang berdemo untuk menuntut presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya dikarenakan pemerintahan Soeharto dianggap telah banyak merugikan negara dan banyak melakukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B.J Habibie. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainnya Orde Reformasi.
1.      Pemerintahan B.J Habibie (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999)
Ada beberapa kebijakan yang berhasil dikeluarkan B.J Habibie dalam rangka menanggapi tuntutan reformasi dari masyarakat.
a.       Kebijakan dalam bidang politik
Reformasi dalam bidang politik berhasil mengganti lima paket undang-undang masa Orde Baru dengan tiga undang-undang politik baru, yaitu:
-          UU No. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik
-          UU No. 3 tahun 1999 tentang Pemilihan Umum
-          UU No. 4 tahun 1999 tentang Susuanan dan Kedudukan DPR/MPR
b.      Kebijakan dalam bidang ekonomi
Untuk memperbaiki perekonomian yang terpuruk pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Pemerintah mengeluarkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Ekonomi dan Persaingan Tidak Sehat, serta UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
c.       Kebebasan mennyampaikan pendapat dan pers
Kebebasan menyampaikan pendapat dalam masyarakat mulai terangkat kembali. Hal ini terlihat dari munculnya partai-partai politik dari berbagai golongan dan ideologi. Masyarakat bisa menyampaikan kritik secara terbuka kepada pemerintah.
d.      Pelaksanaan Pemilu
Pada masa pemerintahan Habibie berhasil diselenggarakan pemilu multipartai yang damai dan pemilihan presiden yang demokratis. Pemilu tersebut diikuti oleh 48 partai politik. Keberhasilan lain masa pemerintahan Habibie adalah penyelesaian masalah Timor Timur.
2.      Pemerintahan Abdurrahman Wahid (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001)
Pada masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan. Kepemimpinan ini berakhir karena pemerintahannya menghadapi masalah konflik antar etnis dan antar agama.
3.      Pemerintahan Megawati (23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004)
Kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan ekonomi antara lain :
a.       Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negri sebesar Rp. 116,3 triliun.
b.    Kebijakan privatisasi BUMN. Hasil penjualan itu berhasil menaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,1%. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi, karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing.
4.      Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (20 Oktober 2004 – 20 Oktober 2014)
Kebijakan pada masa kepemimpinan SBY, yaitu :
a.       Mengurangi subsidi BBM atau menaikan harga BBM. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh naiknya harga minyak di dunia.
b.      Bantuan langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampa ke tangan yang berhak dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial.
c.   Mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.
d.  Lembaga kenegaraan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang dijalankan pada pemerintahan SBY.
e.     Program konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas dikarenakan persediaan bahan bakar minyak semakin menipis dan harga dipasaran tinggi.
f.     Kebijakan impor beras, tetapi kebijakan ini membuat para petani menjerit karena harga gabah anjlok atau turun drastis.




Sumber : http://emilianovitasari.blogspot.com/2011/04/contoh-kasus-penggelapan-pajak.html
                http://laendadhikadewi.blogspot.com/2014/03/sejarah-ekonomi-indonesia-sejak-orde.html






Tidak ada komentar:

Posting Komentar