Jumat, 10 Oktober 2014

Etika dan Kode Etik Menulis di Media

Nama               : Vera Verina Tanadinata
NPM                : 2A214993
Kelas                : 1EB36
Tugas               : Pengantar Bisnis (Softskil)

ETIKA DAN KODE ETIK MENULIS DI MEDIA

ABSTRAK
Menulis bukanlah lagi hal yang asing, sebagai makhluk sosial setiap manusia bebas memberikan pendapat ataupun pemikirannya kedalam sebuah tulisan atau karya tulis. Dengan perkembangan zaman yang maju, orang-orang dapat lebih mudah menyampaikan pendapat atau pemikirannya melalui internet yang sudah semakin canggih, seperti halnya menulis di blog atau pun media sosial lainnya seperti Twitter, Facebook dan lain sebagainya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan memahami etika dan kode etik menulis di media.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada umumnya manusia adalah makhluk sosial dimana selalu ada komunikasi antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Seiring perkembangan waktu, teknologi semakin canggih sehingga membuat banyak orang dapat dengan mudah menyalurkan pendapat dan pemikirannya melalu tulisan yang bisa mereka posting di media massa ataupun media elektronik, contohnya seperti menulis di blog ataupun media sosial lainnya yang sudah sangat banyak digunakan sekarang. Mereka juga dapat dengan mudah menulis dimana saja.
Dalam hal menulis juga ada etika yang harus dipahami agar tidak salah dalam menggunakannya. Kode etik itu sendiri merupakan pedoman berprilaku, dimana saat menulis kita diharuskan menulis dengan bahasa yang sopan dan layak dibaca, menulis berdasarkan fakta yang ada dan tidak menjiplak atau yang lebih sering di sebut plagiarisme dan tidak menyinggung atau bahkan menjelekan orang lain. Yang terpenting adalah harus bisa saling menghargai hasil karya atau tulisan orang lain.
Saat menulis di media sosial misalnya, ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar tidak melupakan etika dan kode etik itu sendiri, yaitu harus mengetahui batasan dalam berbagi informasi seputar kehidupan pribadi, tidak membagi atau membicarakan hal yang memiliki unsur sara karena bisa menyinggung orang lain dan bisa menimbulkan kesalahpahaman.

1.2  Rumusan Masalah
a.       Pengertian etika
b.      Jenis-jenis teori etika
c.       Pentingnya etika komunikasi massa

1.3  Tujuan
Tujuan dari tulisan ini, yaitu:
-          Untuk mengetahui apa itu etika dan pengertian etika
-          Untuk mengetahui macam-macam teori etika yang ada
-          Untuk mengetahui etika dan kode etik menulis di media

BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Etika
Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti, yaitu kebiasaan, adat, akhlak, watak,perasaan, sikap, cara berpikir. Dalam bentuk jamak artinya adalah adat kebiasaan. Dan arti yang terakhir inilah menjadi latar belakang terbentuknya istilah “etika” yang oleh filsuf Yunani besar Aristoteles (384-322 SM) sudah dipakai untuk menunjukan filsafat moral.
Kata yang cukup dekat dengan etika adalah moral. Kata terakhir ini berasal dari bahasa latin mos (jamak: mores) yang berarti juga kebiasaan atau adat. Dalam bahasa inggris dan banyak bahasa lain, kata mores masih dipakai dalam arti yang sama. Jadi, etimologi etika sama dengan etimologi moral, karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan. Hanya bahsa asalnya berbeda: yang pertama berasal dari bahsa Yunani, sedang yang kedua dari bahasa latin.
Menurut kamus besar Bahsa Indonesia (1989) Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral atau akhlaq dan kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlaq nilai mengenai nilai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Etika, utamanya, merupakan cabang filsafat yang mengkaji nilai-nilai dan adat istiadat dari seseorang atau suatu kelompok. Etika mencakup analisis dan fungsi berbagai konsep, seperti benar atau salah, baik atau buruk, serta tanggung jawab seorang manusia. Bidang etika, yang juga disebut filsafat moral, termasuk upaya untuk mensistematisasi, mempertahankan atau merekomendasi konsep perilaku benar atau salah. 
Menurut para ahli filosofi, Etika adalah sebagai suatu bidang studi formal tentang moral.

2.2 Jenis-jenis Teori Etika
1.      Etika Deskriptif
Etika Deskriptif atau sering juga disebut denganetika komparatif, merupakan kajian tentang kepercayaan manusia mengenai moralitas. Sebagai pendekatan yang bebas nilai, etika deskriptif bukan merupakan kajian dalam perspektif yang a priori bersumber dari atas, namun lebih merupakan kajian objektif yang berlandaskan observasi dalam kehidupan nyata.
Etika deskriptif dapat disebut sebagai bentuk penelitian empirik tentang sikap individu atau suatu kelompok masyarakat. Mereka yang meneliti etika deskriptif bertujuan untuk menemukan kepercayaan orang tentang nilai-nilai tertentu, perilaku apa yang dianggap salah atau benar, dan bagaimana karakteragen moral yang berbudi luhur. Etika deskriptif juga berhubungan dengan gagasan-gagasan etika masyarakat, atau tindakan apa yang akan dipersalahkan atau dihukum oleh masyarakatdalam hukum dan politik.
Ruang lingkup kajian etika deskriptif meliputi banyak hal.
-          Kajian yang pertama adalah tentang estetika atau serangkaian aturan etika yang diterapkanoleh berbagai kelompok. Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa estetika merupakan basis etika itu sendiri, dan dasar moral dikembangkan melalui seni.
-          Kajian yang kedua adalah tentang teori informal etiket yang cenderung lebih longgar dan lebih situasional. Ada pendapat bahwa etiket merupakan etika negatif sederhana, maksudnya bagaimana seseorang dapat mengungkap kebenaran yang tidak menyenangkan tanpa melakukan kesalahan.
-          Kajian yang ketiga mengenai abitrasi dan hukum, yang dalam hal menyatakan bahwa etika itu sendiri merupakanhal untuk menyeimbangkan “benar lawan benar”, yakni meletakan prioritas pada dua pihak yang masing-masing benar, namun harus dipertimbangkan dengan hati-hati pada setiap situasi.
-          Kajian keempat adalah mengenai pilihan yang dapat diobservasi yang dibuat oleh orang biasa, tanpa bantuan atau nasihat pakar, untuk memilih, membeli atau memutuskan nilai-nilai berharga.

2.      Etika Normatif
Etika Normatif, atau disebut juga dengan etika preskriptif, merupakan kajian teori etika yang mengarahkan bagaimana orang harus bertindak. Etika normatif merupakan kajian tentang norma-norma etika, yaitu standar moral yang membuat kita hidup dalam kehidupan bermoral. Dengan kata lain, etika normatif merupakan pencarian dari batu ujian terhadap perilaku yang layak. Kunci etika normatif adalah bahwa hanya ada satu kriteria pamungkas dari perbuatan moral, baik merupakan aturan tunggal ataupun serangkaian prinsip.
Secara tradisional terdapat tiga pendekatan dari etika normatif, yaitu teori kebijakan (virtue theories), teori kewajiban (duty/deon theries),  dan teori konsekuensialis ( consequentialist theries).

2.3 Pentingnya Etika komunikasi Massa
Etika merupakan suatu perilaku yang mencerminkan itikad baik untuk melakukan suatu tugas dengan kesadaran, kebebasan yang dilandasi kemampuan. Beberapa aspek moral atau etika yang terkandung dalam prinsip-prinsip jurnalistik antara lain: kejujuran, ketepatan atau ketelitian, tanggung jawab, dan kritik konstruktif.
Dalam perspektif komunikasi, pembahasan tentang etika komunikasi akan dititikberatkan pada pengertian tentang etika itu sendiri. Untuk mengukur kualitas etika yang baik, dapat dilihat dari sejauh mana kualitas teknis berkomunikasi itu sesuai dengan nilai-nilai kebaikan yang berlaku. Dalam konteks komunikasi, maka etika yang berlaku harus sesuai dengan norma-norma setempat. Berkomunikasi yang baik menurut norma agama berarti harus sesuai dengan norma agama yang dianut. Jadi kaitan antara nilai etis dengan norma yang berlaku sangat erat. 
Dalam pengertian yang sempit, etika sering dipahami sebagai hal-hal yang bersifat evaluatif, menilai baik dan buruk. Tetapi, etika dapat dipahami secara lebih luas, bukan sekedar etis dalam pengertian faktor-faktor evaluatif memberikan penilaian, tetapi juga mengandung pengertian etos, yakni hal-hal yang bersifat motivatif (mendorong). Dalam hal etika komunikasi, bagaimana aturan main berkomunikasi, yaitu tata cara berkomunikasi antar manusia khususnya komunikasi massa.

BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN

Metode yang digunakan untuk penulisan ini adalah dengan mengumpulkan sumber-sumber yang terpercaya melalui buku tentang etika dan kode etik dan dengan melalui internet. Penelitian ini menggunakan data sekunder, dimana data didapat dari referensi buku dan internet.

BAB 4
PEMBAHASAN

Setiap penulis, baik di media massa ataupun media elektronik memiliki etika dan kode etik yang sudah ada. Manusia pada umumnya kini lebih sering mencari informasi melalui media sosial yang sekarang sudah semakin cepat dan mudah ditemukan. Dengan adanya internet memang sangat membantu untuk mencari informasi teruptodate dengan cepat.
Namun masih banyak sekali masyarakat yang masih belum paham atau bahkan belum tahu tentang etika menulis yang harus dipatuhi. Padahal dalam menulis dimedia dibutuhkan keterampilan dan ketaatan dalam mematuhi kode etik yang telah ditetapkan. Etika di internet ialah sebuah aturan atau norma-norma yang berlaku pada sebuah penulisan yang berguna untuk ditaatu dalam penulisan sebuah berita atau artikel. Berikut beberapa etika dan kode etik tersebut:
-       Menggunakan bahasa yang sopan, baik dan benar
Dalam menulis sebuah artikel diperlukan menulis dengan bahasa yang baik dan benar. Kadang sering kali orang lupa akan hal ini, padahal dengan bahasa yang sopan, baik dan benar pembaca pasti akan lebih senang dan menghormati tulisan atau artikel yang telah kita buat.
-       Tidak menggunakan huruf capital secara berlebihan
Setiap orang pasti memiliki pendapat masing-masing, maka dari itu utnuk menulis diharapkan menggunakan huruf besar atau capital seperlunya. Karena jika kita menuliskan dengan menggunakan huruf capital secara dominan, kata yang tertulis bisa saja berarti lain bagi seseorang yang sedang membacanya.
-       Menggunakan EYD yang sesuai
Penulis diharapkan menulis sesuai dengan EYD. Karena agar pembaca lebih mudah mengerti dan memahami isi tulisan atau artikel yang sdang dibacanya.
-       Menuliskan secara Faktual
Tulisan sebaiknya berdasarkan fakta, dalam arti berita atau kejadian yang dapat dibenarkan keberadaannya. Jangan mengurangi atau melebih-lebihkankan berita atau artikel yang ditulis.
-       Menggunakan inisial serta bukti yang otentik
Untuk menuliskan suatu berita atau kejadian yang masih belum diketahui kebenarannya, hendaknya menulis nama pelaku/ tersangka dengan menggunakan inisial. Serta menyertakan bukti-bukti, tanggal, tempat, waktu kejadian dan lain sebaginya.
-       Mencantumkan sumber berita
Akan lebih baik jika kita mengutip atau mengambil suatu artikel disebuah media online, hendaknya mencantumkan nama atau sumber tulisan yang dikutip. Itu merupakan hal penting dalam kode etik penulisan disebuah media yang harus dipatuhi. Hali ini bertujuan untuk menghargai seseorang yang telah mencari sumber berita tersebut, ataupun ide pemikirannya sendiri.
-          Harus Mempunyai Tujuan Yang Jelas
Penulis harus mempunyai tujuan yang jelas, untuk apa penulis menulis tulisan tersebut. apakah untuk memberikan informasi baik kepada orang banyak atau sebaliknya malah merugikan orang banyak.
-          Tidak Mengandung Unsur Sara
Artinya didalam tulisan tidak boleh ada tindakan dan pandangan yang didasarkan pada sentimen ientitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan, kesukuan dan golongan.
-          Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku di masyarakat internet pada umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala isi situsnya.
Kode Etik Dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Ada beberapa rumusan sederhana yang dirangkum dari beberapa pendapat pakar komunikasi mengenai etika dalam komunikaasi massa, yaitu:
a)      Berkaitan dengan informasi yang benar dan jujur sesuai fakta sesungguhnya.
b)      Berlaku adil dalam menyajikan informasi, tidak memihak salah satu golongan.
c)      Gunakan bahasa yang bijak, sopan dan hindari kata-kata provokatif.
d)     Hindari gambar-gambar yang tidak pantas.

BAB 5
PENUTUP
Berdasarkan hasil pembahasan penulisan ini, mengenai etika dan kode etik menulis di media apa saja yang diperoleh melalui referensi buku dan juga internet. Kode etik sangatlah penting, dan harus selalu ditaati. Agar setiap orang bisa saling menghargai hasil karya atau tulisan orang lain. Etika dan kode etik dapat mengajarkan kita bagaimana cara menulis atau menyampaikan sesuatu kepada seseorang dengan bahasa, tulisan dan tingkah laku yang baik.

DAFTAR PUSTAKA
Bertens, K.1993. Etika. Jakarta : PT Gramedia
Purwakania, Aliah B. 2009. Kode Etik Psikolog & Ilmuan Psikologi. Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu
http://aginapuspa.blogspot.com/2013/04/etika-komunikasi-massa.html






Tidak ada komentar:

Posting Komentar