Rabu, 21 November 2012

Pengalaman Live In

     29 Oktober 2012, hari ini saatnya untuk pergi Live In ke Temanggung. Pukul 15.00 saya berangkat ke sekolah, disana sudah ada banyak anak-anak kelas 11 yang akan pergi Live In. Sekitar pukul 16.30 kami semua berkumpul di lapangan untuk mendapatkan pengarahan dari guru-guru dan kitapun berdoa bersama. Ada 3 bus yang akan membawa kita ke Temanggung, saya bersama teman-teman sekelas saya yaitu 11 Ips 2 berada di bus 3.

     Perjalananpun dimulai, tujuan utama adalah tempat makan. Pringsewu adalah tempat makan yang kita kunjungi, setelah selesai makan kitapun melanjutkan perjalanan kembali. Selama kurang lebih 12 jam kita berada di bus. Matahari pagi mulai muncul, bus masih terus melanjutkan perjalanan hingga tiba disebuah tempat istirahat untuk mandi dan sarapan. Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian seragam, kita semua sarapan. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan kembali menuju SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Disana SMA Ananda mengadakan study banding, seperti pertandingan basket. Setelah selesai kita semua melanjutkan perjalanan kembali menuju Candi Borobudur. Disana kita diberikan waktu untuk berjalan-jalan dan disana juga bertemu orang-orang asing yang sedang berkunjung ke candi Borobudur. 



Setelah itu barulah kita semua melanjutkan perjalanan ke Temanggung. Sesampainya disana kita disambut dengan baik oleh orang-orang yang berada di Dusun Piyudan, Temanggung Jawa Tengah. Disana kita diserahkan ke keluarga yang akan menjaga dan merawat kita selama berada di Temanggung. Saya sekelompok dengan Danty dan diana, disana kita bertiga tinggal bersama keluarga Pak Murdi. Pak Murdi mempunyai 4 orang anak, yang pertama sudah mempunyai keluarga sendiri, kedua belum lama meninggal, ketiga bernama Tri dan yang keempat bernama Yoko. Sesampainya dirumah Pak Murdi, kita bertiga mulai berkenalan dan mengenal satu sama lain.
     Hari pertama di Temanggung, karna ini hari pertama saya, Danty dan Diana masih merasa asing dan bingung mau ngapain pagi hari ini. Karena temannya Mba Tri datang kerumah yang bernama Mba Ning, kita diajak jalan-jalan sambil mengunjungi rumah teman-teman lainnya. Siang harinya saya, Danty dan Diana diajak Ibu ke sawah, sawahnya lumayan jauh dari rumah. walaupun panasnya matahari sangat terik, namun kita semua tetap berjalan dengan semangat menuju sawah. Kita bertiga diajak memetik semangka yang sebenarnya belum waktunya untuk dipetik. Lalu setelah selesai nyawah, kita diajak pulang dengan Mba Tri. Sesampainya di rumah kita langsung memotong semangka yang tadi dipetik. Kemudia Mba Tri mengajak kita untuk melihat arca sapi dan mengajak kita ke sebuah sungai yang jaraknya tidak begitu jauh. Setelah itu kitapun pulang dan bermain di rumah teman-teman lainnya.



    

















     Hari Kedua di Temanggung, pagi hari udara sangat dingin, kita bertiga bangun dan menuju dapur melihat Ibu dan Mba Tri sedang memasak untuk sarapan. Siang harinya saya diajak teman saya ke pasar bersama Mba Ning dan Mba Tri juga. Disana saya dan Danty hanya ikut menemani mereka belanja saja. Setelah dari pasar kita pergi kesebuah tempat yang bernama Jumprit, disana ada banyak monyet dan ada sebuah mata air suci. Sepulangnya dari sana saya bersama Danty dan Mba Tri pergi ke sungai yang lebih bagus dari sungai yang pertama saya kunjungi. Karena keasikan main air kita jadi lupa waktu, langitpun mulai sore, kitapun memutuskan untuk pulang.





       


















     


Hari Ketiga di Temanggung, pagi hari yang cerah dan udara yang sejuk. Pagi hari ini saya dan dua teman saya diajak Ibu untuk belanja ke pasar, disana lumayan ramai dan kita pulang-pergi berjalan kaki, tapi walaupun berjalan kaki kita masih tetap semangat karena udara yang sejuk dan juga pemandangan yang indah. Setelah dari pasar kita makan dan ada kerja bakti disalah satu rumah, tapi karena sudah banyak yang kerja dan rata-rata cowok saya dan teman-teman yang lainnya memutuskan untuk pulang dan melakukan aktivitas masing-masing. Malam harinya ada acara Kuda Lumping, keadaan tempat pentas kuda lumping pada saat itu sangat ramai, awalnya saya, Danty dan Diana menonton acara itu tapi lama kelamaan tempat yang kita tempati semakin penuh sesak akhirnya kita memutuskan untuk pulang kerumah. Pada tengah-tengah acara sempat rusuh juga dan akhirnya murid SMA Ananda dipisahkan dengan anak-anak kampung lain yang juga menonton acara tersebut. Saya, Danty dan Dianapun akhirnya menonton acara itu lagi walaupun acaranya sudah mau selesai, hujan deras pun muncul tapi acara itu tetap berlanjut sampai selesai. Setelah selesai kitapun pulang kerumah masing-masing dan waktu juga sudah sangat malam kitapun akhirnya beristirahat.
     Hari Keempat di Temanggung, hari ini adalah hari terakhir tinggal di rumah Pak Murdi, karena terlalu lelah saya, Danty dan Diana bangun kesiangan. Setelah bangun kita langsung cuci muka dan mulai merapihkan pakaian, kita bertiga juga menulis surat kenang-kenangan untuk keluarga Pak Murdi. Siang harinya kita diajak ke Curug sama salah satu keluarga yang lumayan dekat dengan Pak Murdi. Kita pergi bersama beberapa teman lainnya yang kebetulan saya kenal juga, kita semua menaiki mobil bak terbuka dan menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam. Curug Sewu itulah curug yang kita kunjungi. Pemandangannya sangat indah, tapi untuk mendekati air terjun sangat sulit dan butuh pengorbanan, selain menuruni anak tangga yang banyak, melewati batu-batu besar, dan juga harus menyebrang disebatang kayu. Namun setelah sampai disana rasa capek itu hilang dan berubah dengan senyum indah, kitapun bermain air dan menikmati curug itu. Setelah puas bermain air dan karena waktu juga terbatas kitapun harus pulang dan melewati sebatang kayu, batu-batuan besar dan menaiki anak tangga yang sangat melelahkan. 



Setelah sampai di rumah kita bertiga langsung mandi dan siap-siap untuk pulang ke Bekasi. Setelah selesai siap-siap dan kita bertiga sudah rapi, kita bertiga berbicara dengan keluarga Pak Murdi, meminta maaf dan mengucapkan terimakasih tak lupa kitapun berfoto bersama. Rasanya sangat sulit untuk meninggalkan keluarga yang sangat baik ini kepada kita. Kitapun memberikan bungkusan yang berisi kenang-kenangan yang kita beli saat di Pasar, dan menaruh surat yang kita tulis dimeja yang berada di kamar yang kita tempati. Saya, Danty dan Diana juga dibawakan oleh-oleh yang dibungkus dengan kardus oleh keluarga Pak Murdi. Sebelum pulang kita foto-foto dulu sama keluarga Pak Murdi
Bersama keluarga Pak Murdi^^

Setelah itu, kitapun mulai membawa koper dan barang bawaan lainnya yang dibantu oleh Pak Murdi, Mba Tri dan Yoko ke bus yang sudah terparkir didepan. Sebelum pulang kita semua berpamitan dan bersalaman dengan semua warga Dusun Piyudan, Temanggung. Rasa sedih tak bisa dihindarkan lagi, tangisan sedih dan harupun mucul pada kita semua. Sekitar pukul 17.30 kita semua mulai naik ke bus masing-masing dan langsung jalan menuju Bekasi. Seperti biasa bus beberapa kali berhenti di tempat peristirahatan. Dan sekitar pukul 05.00 pagi kita sampai di sekolah, dan kitapun pulang kerumah masing-masing dengan dijemput dengan orangtua masing-masing. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar