Minggu, 24 Juni 2012

Oppa Saranghae~


Liburan telah tiba ini lah moment yang paling ditunggu-tunggu untuk anak sekolah. Liburan kali ini Sita dapat hadiah special dari Mamanya yaitu ia akan liburan di korea tepatnya di kota seoul. Selama disana Sita akan tinggal bersama tantenya dan juga sepupunya yang kebetulan tinggal disana.
Saatnya untuk prepare, Sita akan liburan dikorea selama 1minggu. Sita membawa 1 koper yang lumayan besar dan juga membawa tas gemblok warna putih kesayangannya itu.

Pukul 08.00 Sita langsung segera ke airport dan menunggu pesawat datang kurang lebih satu setengah jam. Kini Sita sudah berada didalam pesawat, ini pertama kalinya Sita naik pesawat sendirian tanpa ditemani siapapun. Korean Airlines adalah pesawat yang dinaikinya. Karena Sita sendirian maka ia terpaksa duduk disamping orang yang ia tidak kenal.

Sita melirik orang yang ada disebelahnya ternyata disebelahnya adalah seorang cowok yang sepertinya orang asli korea. Sita langsung memakai sabuk pengamannya tapi sabuk pengaman itu susah sekali sehingga membuat Sita kebingungan. Tiba-tiba orang yang ada disebelah Sita membantunya memakai sabuk pengaman itu. Sita terkejut dan jantungnya langsung berdegup dengan kencang saat Cowok itu menatap matanya dan tersenyum padanya.
“thank you” ucap Sita yang langsung tersenyum pada cowok itu
“you're welcome” jawab cowok itu sambil membalas senyum Sita, cowok itu langsung membuka buku yang ia bawa dan langsung membacanya, namun Sita masih saja memperhatikannya
‘yaampun senyumnya.. manis banget deh’ batin Sita

Terkadang Sita masih saja curi-curi pandang ke cowok yang berada disampingnya itu, namun cowok itu sibuk dengan bukunya.
                                                          ♥♥♥
Tiba di korea tepatnya di bandara Incheon Seoul. Sita langsung mencari sepupunya yang bilang akan jemput dia di bandara. Sita menengok ke kiri dan kanan dan sibuk mencari sepupunya itu.
“sita..” teriak seoarang cewek sambil melambai-lambaikan tangannya dari kerumunan orang banyak
“hey” Sita langsung berlari kecil dan langsung menghampirinya “Kim So Ra, I miss you” Sita langsung memeluk sepupunya itu
“I miss you too sita” mereka berdua memang sudah lama tidak bertemu sekitar 3 tahunan, semenjak Kim So Ra pindah ke seoul.  Mereka sempat lost contact hingga akhirnya mereka berkomunikasi kembali akhir-akhir ini karna bertemu disalah satu jejaring sosial yaitu facebook “akhirnya kamu sampai disini” ucapnya lagi
“iya aku sempat bingung sih, takutnya ga ketemu sama kamu” jawab Sita
“yaudah ayo kita kerumahku” lanjut Kim So Ra

Walaupun Kim So Ra kini tinggal di Seoul Korea tapi ia tetap masih bisa bahasa Indonesia, itu karna ia dibesarkan di Indonesia lalu pindah ke Korea karena papanya yang bekerja disalah satu perusahaan di Korea ini. Kim So Ra adalah satu-satunya saudara Sita yang blasteran Korea.

Mereka berduapun sampai disebuah rumah yang lumayan besar, disana sudah ada mamanya So Ra yang menunggu didepan pintu
“tante Sela” sapa Sita yang langsung memeluk tantenya itu
“hey sita, kamu apa kabar?” jawab sela mamanya So Ra
“baik tante, tante sendiri?” tanyanya balik
“baik, gimana kabar mama papa kamu?”
“baik juga kok tante, oiya tante ga apa-apakan kalo aku menginap disini?”
“ga apa-apa kali sit” sambung So Ra yang ada disebelahnya
“iya ga apa-apa kok, kamu pasti capek kan? Sora kamu ajak Sita kekamar kamu sana” suruh Mamanya
“ayo sit masuk” ajak So Ra yang langsung membawakan koper Sita
Sita mengikuti langkah So Ra. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan yang cukup besar dan ruangan itu adalah kamar So Ra. Kamarnya tertata rapih dan sangat nyaman sekali.

Merekapun beristirahat sambil bercerita-cerita karna sudah lama ga ketemu. Sambil melepas rasa rindu karna sudah lama tidak bertemu.
                                                          ♥♥♥
Hari ke-Dua di seoul korea
Kim So Ra sedang menunggu seseorang diruang tamu, Sita juga ikut menunggunya walaupun sebenarnya Sita tidak tahu siapa orang yang ditunggu sepupunya itu. Ternyata  So Ra sedang menunggu kakak sepupunya, dia itu adalah anak dari adik papanya Kim So Ra.
“mana yang kamu tunggu kok ga datang-datang? Emang dia itu siapa sih?” Tanya Sita yang mulai bosan
“dia itu sepupu aku sit dari keluarga 아빠 appa (papa/ayah)” jawab So Ra yang sedang asik menonton TV
“orang korea juga dong?” Tanya Sita lagi
ye (ya), dia mau main ke sini katanya sih kangen sama aku” So Ra tertawa
“siapa namanya? umur berapa? Cewe atau cowo? Masih sekolah? cakep ga?” Sita bertanya-tanya
“yaampun sit sabar dong nanyanya satu-satu akukan jadi bingung jawabnya” ledek So Ra
Sita hanya tersenyum lebar, So Ra pun mulai menjawab semua pertanyaan Sita “namanya 이종화 Lee Jong Hwa, umurnya baru 20 tahun, 남성 namseong (laki-laki), udah kuliah, very handsome” jelas So Ra “apa lagi apa lagi?” lanjutnya dengan nada meledek “tenang nanti aku kenalin kok ke kamu”
Mereka berdua asik tertawa, tak lama kemudian bel rumah So Ra berbunyi, So Ra langsung bangun dari duduknya dan langsung berlari kecil kearah pintu Sita mengikutinya dari belakang.
So Ra membuka pintu dan ternyata diluar ada seorang cowok yang bertubuh tinggi, putih, rambutnya korean style, memakai sweater berwarna Coklat dengan celana jeans panjang, sepatu berwarna hitam dengan motif coklat dan membawa tas gemblok berwarna putih hitam.
오빠 oppa” sapa So Ra setelah bertemu dengan kakak sepupunya itu
“So Ra” sapanya balik “나는 선물을 가져왔어 naneun seonmul eul gajyeowass-eo (aku punya beberapa hadiah)” lanjutnya
고마워 오빠 gomawo oppa (terima kasih kakak)” Kim So Ra mengambil bungkusan berwarna pink dari Lee Jong Hwa

Sita hanya terdiam memperhatikan mereka berdua, Sita juga bingung dengan apa yang mereka berdua bicarakan namun Sita hanya mengerti kalau So Ra mendapat hadiah dari kakak sepupunya itu.
“oppa 그는 제 동생이에요 geuneun je dongsaeng-ieyo (kakak, dia saudaraku)” So Ra melirik kearah Sita yang berdiri dibelakangnya
“Lee jong Hwa” ucapnya sambil mengulurkan tangannya
“Sita” jawab Sita yang langsung berjabat tanggan dengannya
Lee Jong Hwa sosok orang yang sangat tampan, baik dan murah senyum. Sepertinya Sita sudah tidak asing dengannya, Sita berpikir dia pernah bertemu dengan cowo itu tapi kapan? Sita mengingat-ingat kembali
“sora” bisik Sita
“hmm” jawab So Ra bingung
“aku mau ngomong sesuatu sama kamu” bisik Sita lagi

Mereka bertigapun masuk kedalam rumah, So Ra dan Sita langsung menuju kamar So Ra sementara Lee Jong Hwa sedang menemui Mamanya So Ra.
“kayanya aku pernah ketemu sama dia deh” ucap Sita yang masih mengingat-ingat kejadian waktu itu
“kapan?” tanyanya
“waktu aku dipesawat, dia diebelah aku malah dia waktu itu bantuin aku pake sabuk pengaman” Sita sepertinya mengingat semua tenatang pertemuan dia dengan cowo itu
“oiya? Waah kok bisa kebetulan ya?” jawabnya
“aku juga bingung” jawab Sita “eh tapi dia emang bener ganteng banget ra” puji Sita kali ini
“cie kamu suka ya sit sama Jong Hwa oppa?” tanyanya dengan nada meledek
“ah engga kok ra, akukan Cuma bilang kalo dia itu ganteng hehe” Sita mulai tersipu malu
                                                ♥♥♥
So Ra mulai mengajak Sita jalan-jalan, inilah yang sangat ditunggu-tunggu oleh Sita. Sitapun mengeluarkan Camera dari tas gemblok kesayangannya itu, So Ra pun kini menjadi photographer sedangkan Sita yang menjadi modelnya.

Hari-hari berikutnya, Sita juga menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan di Korea. Menurut Sita kapan lagi dia bisa menghabiskan waktunya untuk menjelajahi korea kalau bukan sekarang?

Kali ini perjalanannya cukup berbeda, sekarang mereka bukan hanya jalan berduaan saja namun ada Jong Hwa yang ikut menemani mereka jalan-jalan. Sampai akhirnya mereka merasa lapar karna seharian telah berjalan-jalan, merekapun masuk kesebuah rumah makan yang berada didekatnya.
“sit kamu mau pesan apa?” Tanya So Ra yang sedang sibuk membaca menu
“makanan khas Korea yang belum aku coba apa ya ra?” Tanya Sita yang bingung memilih makanan yang lumayan banyak dimenu yang sedang dilihatnya
kamu sudah mencoba Gimbap?” Tanya Jong Hwa dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang belum terlalu fasih
Sita tersenyum tipis mendengar Jong Hwa berbicara padanya dengan menggunakan Bahasa Indonesia “아니 ani (tidak)” jawabnya, Sita hanya bisa sedikit bahasa Korea karna sebenarnya dia itu K-pop
“kamu bisa bahasa Korea?” Tanya Jong Hwa
“hanya sedikit, kamu bisa Bahasa Indonesia?” jawab Sita bingung
“hanya sedikit, aku diajarkan oleh So Ra bahasa Indonesia. And kebetulan aku pernah ke Indonesia” jelasnya
Sita tersenyum padanya, ternyata Jong Hwa belakangan ini belajar bahasa Indonesia menurut So Ra, Jong Hwa belajar bahasa Indonesia karna ingin ngobrol akrab dengan Sita.

Selain Sita, Jong Hwa juga ingat kalau mereka pernah bertemu di pesawat waktu itu. Saat Jong Hwa cerita tentang kejadian waktu itu pada So Ra, Sita langsung tersipu malu dan tidak bisa bicara apapun karna So Ra selalu meledeknya.

Satu persatu makanan yang mereka pesanpun datang sampai akhirnya meja itu penuh dengan makanan-makanan yang kelihatannya sangat enak. Mulai dari Kimchi, Bulgogi, Sinseollo, Gimbap dan Tteok berserta minumnya The khas Korea.

Kimchi adalah makanan tradisional Korea, salah satu jenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas, sayuran yang paling umum untuk membuat Kimchi adalah Sawi Putih dan Lobak. Bulgogi potongan daging sapi yang dipanggang dengan kecap, minyak wijen, bawang putih, bawang bombai dan lada hitam. Sinseollo sup rebusan berisi sayur-sayuran dan bakso daging dalam panci. Gimbap yaitu nasi rumput laut, isinya bervariasi dari sayur-sayuran, telur goreng, ikan, daging, dan sosis. Variasi isi gimbap lainnya: tuna, keju, bulgogi dan sebagainya. Tteok adalah kue yang terbuat dari tepung beras yang dilapisi dengan pasta kacang hijau manis, pasta kacang merah, kismis, biji wijen, kacang merah yang dihaluskan, labu, kacang atau madu.
Merekapun memakannya satu persatu hingga habis, Sita merasa puas karna telah mencoba banyak makanan yang belum pernah ia makan sebelumnya.
                                                ♥♥♥
Hari ke-Lima Sita Di Korea
“ga kerasa ya ra udah hari kelima aja” ucap Sita sambil cemberut “padahal aku masih betah disini” lanjutnya
“betah karna ada Jong Hwa oppa kan?” tanyanya yang lagi-lagi sambil meledek Sita
“ih apaan sih kamu ra, eh aku boleh nanya sesuatu ga sih?” jawab Sita
“apa? Tentang oppa pasti, yakan?” So Ra tertawa puas melihat Sita bête
“iya tentang dia ra” jawabnya yang langsung membuat So Ra berhenti tertawa
“kenapa?” So Ra bingung
“dia..” Sita menghentikan pembicaraannya dan membuat So Ra semakin penasaran “dia udah punya pacar belum sih?” jawab Sita sambil nyengir
So Ra langsung tertawa lagi “jadi ini yang mau kamu tanyain sama aku?” jawabnya masih dengan tawanya itu.
Sita hanya mengangguk
“dia belum punya pacar kok sit, tenang aja” jawab So Ra yang langsung memukul bahu Sita “ayo siap-siap kitakan diajak main sama Jong Hwa oppa” sambungnya
Sita langsung tersenyum lebar dan langsung bersiap-siap. Jong Hwa sudah menunggu diruang tamu, kebetulan Jong Hwa juga menginap dirumah So Ra selama beberapa hari. Merekapun langsung pergi meninggalkan rumah, namun So Ra dan Sita masih belum tahu mereka akan diajak kemana oleh Jong Hwa.

Mobil yang dibawa Jong Hwa sudah terparkir disebuah parkiran yang luas, ternyata mereka ada di Lotte World, salah satu tempat wisata yang ada di Korea. Mereka langsung menuju ke loket untuk membeli tiket terusan agar mereka bisa bermain sepuasnya di Lotte World.
“waah keren banget tempatnya” ucap Sita yang baru pertama kalinya ketempat ini
“iya sit disini emang tempatnya keren, wahananya juga keren-keren” jawab So Ra
Mereka bertiga mulai masuk kedalam dan mencari wahana apa yang akan mereka naiki pertama kali. Tiba-tiba ada rombongan orang kira-kira 5 orang menghampiri mereka bertiga
“Kim So Ra” teriak salah satu dari orang itu
“Lee Jung Ha!” So Ra membalas teriakan orang itu
“siapa dia ra? Kamu kenal?” Tanya Sita bingung
“itu teman aku sit” jawab So Ra “hmm aku bareng sama mereka ga apa-apa kan?” tanyanya
“terus aku sama siapa?” Tanya Sita mulai panik
“oppa, jagain Sita ya. Itu teman-teman SMPku udah lama aku ga main sama mereka, Sit kamu sama oppa Jong Hwa ya” jawab So Ra yang langsung jalan menuju teman-temannya “selamat bersenang-senang, byee” lanjutnya sambil melambaikan tangannya ke Sita dan Jong Hwa

Sita dan Jong Hwa pun langsung pergi meninggalkan tempat itu. Hari Sabtu ini cuaca lumayan cerah, walau dinginnya udara musim gugur masih sangat terasa namun mereka berdua tetap asik berjalan menelusuri Lotte World
“it's so cold, nih..” ucap Jong Hwa yang langsung memberikan sepasang sarung tangan pada Sita
감사합니다 gamsahabnida (Terima kasih)” jawab Sita yang langsung memakai sarung tangan pemberian Jong Hwa “kita mau naik yang mana dulu nih?” Tanya Sita kemudian
“kita naik Gyro Drop?” Tanya Jong Hwa
“yang ini?” Tanya Sita sambil menunjuk salah satu wahana yang ada didepannya
Jong Hwa mengangguk “ye, ayo” Jong Hwa menarik tangan Sita untuk mengantri di wahana itu

Sita dan Jong Hwa bersama empatbelas orang lainnya duduk disebuah tempat duduk yang melingkar. Lalu secara perlahan-lahan naik hingga ketinggian mencapai kurang lebih tujuh puluh meter, kemudian wahana itu berhenti dan akhirnya tiba-tiba dijatuhkan kebawah dengan cepat itulah yang membuat orang-orang yang menaiki wahana ini teriak sekencang-kencangnya.
Sita mulai berkomat-kamit dan teriak sekencang-kencangnya tanpa memperdulikan orang-orang disekelilingnya. Jong Hwa melirik kearah Sita dan langsung tertawa melihat ekspresi wajah Sita yang tampaknya ketakutan.

Wahana itupun berhenti dan mereka berdua langsung turun, Jong Hwa masih saja tertawa sambil memperhatikan Sita yang masih dengan ekspresi panik.
“kamu tuh lucu ya kalo ketakutan begitu” ujar Jong Hwa
“aduh itu tuh serem banget, ga lagi lagi deh aku naik itu” jawab Sita yang langsung mengatur nafasnya
“ayo kita naik wahana yang lain” ajaknya
Sita hanya mengangguk dan mengikuti Jong Hwa

Kali ini wahana yang dinaikinya adalah atlantis yaitu semacam roller coaster yang naik turun dengan kecepatan penuh, namun tidak hanya naik turun tapi juga miring ke kiri dan ke kanan, selain itu juga ada air yang membasahi tubuh mereka.
Setelah naik itu Jong Hwa mengajak Sita menaiki Bungee Drop, wahana ini naik ke atas sekitar empat puluh meter, rasanya seperti dilempar, sesampainya di atas wahana ini dijatuhkan secara mendadak dan membuat orang yang menaikinya kaget dan teriak-teriakan. Wahana ini naik turun sebanyak tiga kali.

“wow amazing!” teriak Sita yang sudah turun dari wahana Bungee Drop
“seru kan?” Tanya Jong Hwa
“seru banget!” jawab Sita
“bagus deh kalo kamu seneng” lanjut Jong Hwa dan Sita pun langsung melirik kearah Jong Hwa yang sedang tersenyum

Mereka melanjutkan perjalanannya dan menaiki satu persatu wahana yang ada mulai dari yang memacu adrenalin sampai yang tidak. mulai dari Gyro Swing, The Conquistador , World Monorail, Camelot Carrousel, Lakeside Boat dan yang lainnya. Hingga langit berubah menjadi Sore, dan udaranya semakin dingin.
“main apa lagi nih?” Tanya Sita yang sedang mencari wahana yang belum dinaikinya
“ayo ikut aku” ajak Jong Hwa yang langsung menarik tangan Sita.
Jong Hwa mengajak Sita ke area Ice Skating.
“ice skat? Aku ga bisa” ucap Sita
“kamu pasti bisa, ayo” ajaknya lagi

Mereka berdua main di area Ice Skating Jong Hwa mengajarkan Sita terlebih dahulu hingga akhirnya Sita bisa berjalan di sini. Mereka berdua berputar-putar sambil bergandengan tangan, Sita juga sering kali mau jatuh namun Jong Hwa selalu menolongnya.
사랑해 saranghaeyo” bisik Jong Hwa
Sita langsung mendongak kearah Jong Hwa, sepertinya ia tidak mendengar jelas perkataan Jong Hwa tadi, soalnya disini sangat berisik.
? mwo (apa?)” Tanya Sita bingung tadi Jong Hwa bilang apa padanya
아니야 aniya (tidak)” jawab Jong Hwa dengan senyum manisnya itu
“oppa, aku ga denger tadi” Sita masih penasaran
“lupakan sit, ayo kita main lagi” jawabnya yang langsung menarik Sita ketengah-tengah
Sita masih saja bingung dan penasaran dengan yang dibicarakan Jong Hwa tadi, itu semua membuat Sita hilang kendali akhirnya ia hampir saja jatuh namun untungnya ada Jong Hwa didepannya hingga akhirnya mereka menjadi seperti orang yang sedang berpelukan, jantung Sita kini berdegup dengan kencang.
미안 해요 mian haeyo (maaf)” Ucap Sita yang langsung menunduk
ye, ga apa-apa kok sit” jawab Jong Hwa

Mereka berdua langsung keluar dari area Ice Skating dan langsung menuju rumah karna sudah malam dan Lotte World juga sudah mau tutup.
“Makasih ya buat hari ini” ucap Sita yang berada disebelah Jong Hwa yang sedang menyetir
“sama-sama” jawabnya
Mobil yang dibawa Jong Hwapun langsung berjalan dengan cepat, selama kurang lebih satu setengah jam mereka sampai dirumah.
                                                ♥♥♥
Hari Ke-Enam
Hari ini merupakan malam terakhir Sita menginap dirumah Kim So Ra, besok ia akan pulang ke Indonesia. Hari ini So Ra dan Jong Hwa menemaninya membeli oleh-oleh untuk keluarga dan teman-temannya di Jakarta. Mulai dari baju, sepatu, tas, sampai assesoris seperti kalung, gelang, cincin dan lainnya.

Jong Hwa pun mengajak Sita keluar hari ini, walaupun hari sudah mulai malam.  So Ra sengaja menolak waktu Jong Hwa mengajaknya, So Ra membiarkan Sita hanya berdua saja dengan Jong Hwa karna So Ra tau kalau sebenarnya mereka itu punya perasaan yang sama.

Jong Hwa dan Sita sampai disuatu tempat yang sangat indah, N seoul Tower salah satu tempat yang indah di korea. Dan N Seoul Tower lebih terlihat indah pada malam hari. Sita diajak menaiki semacam kereta gantung oleh Jong Hwa, Sita hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengikuti langkah Jong Hwa
“kenapa kamu harus pulang?” Tanya Jong Hwa yang duduk disebelah Sita
“hmm, waktu aku liburan di korea Cuma 1 minggu. Dan besok aku harus pulang” jawab Sita sambil melihat pemandangan indah dari kereta gantung ini
“kamu kapan kesini lagi?” Tanya Jong Hwa lagi
“mungkin kalo dikasih kesempatan buat liburan di korea lagi sama mama, aku akan kesini” jawab Sita yang tampaknya sedikit sedih
남자친구 있어? neo namja chingu-iss-eo? (apa kamu punya pacar?)” Tanya Jong Hwa yang membuat Sita bingung
남자 친구? namja chingu? (pacar?)” Tanya Sita “아니야 aniya (tidak)” lanjut Sita dan membuat Jong Hwa tersenyum
Mereka berdua menikmati pemandangan dari atas kereta gantung. Jong Hwapun mengajaknya mendekati N Seoul Tower.
모든 것에 감사 modeun geos-e gamsa (Terima kasih untuk segalanya)” ucap Sita yang kini berada tepat dibawah N Seoul Tower
Jong Hwa tersenyum “sita..” ucapnya
Sita melihat Jong Hwa dengan bingung “hmm”
난 사랑해 nan saranghae (aku mencintaimu)” Ucap Jong Hwa yang membuat Sita terkejut, lampu di N Seoul Tower pun menyala dan itu sangat indah, tepat mereka berdua berdiri ada sorotan lampu yang dilantai berbentuk Love. Sita terpaku dengan keadaan yang sangat romantis dan sangat indah ini.
“Jong Hwa Oppa, are you serious?” Jawab Sita tidak percaya dengan semua ini
‘Oh God, my prayers for this come true batin Sita
“I’m serious” jawab Jong Hwa dengan senyumannya itu
나 역시 당신을 사랑해 na yeogsi dangsin-eul saranghae (aku juga mencintaimu)” Jawab Sita dengan membalas senyum Jong Hwa
Jong Hwa memeluk Sita tanpa memperdulikan orang yang berada disekitarnya, Sita sangat senang dengan semua ini.
                                                ♥♥♥
Hari Ke-Tujuh
Hari ini saatnya Sita pulang ke Indonesia, walaupun sebenarnya ia masih ingin terus berada disini. Sita diantar oleh So Ra dan Jong Hwa ke Bandara.
Jong Hwa dan Sita akan menjalani hubungan jarak jauh atau LDR (Long Distance Relationship) walaupun begitu mereka tetap senang dan bahagia. Walaupun mereka akan jarang sekali bertemu tapi mereka akan selalu berkomunikasi dan Sita akan sering-sering liburan Di Korea begitu pula dengan Jong Hwa yang janji akan ke Indonesia. Sebenarnya ini adalah salah satu impian Sita yaitu mempunyai seorang pacar yang tampan, baik, pengertian, dan beda kewarganegaraan, dan dia itu orang korea. Perasaan Sita saat ini adalah bahagia.
사랑해,이종화오빠  saranghaeyo, Lee Jong Hwa oppa!” Teriak Sita

                                                                           ♥♥♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar